Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tips Sehat Alami - Tidak ada orang tua yang menginginkan bahkan memikirkan kemungkinan anak mereka untuk terserang suatu penyakit. Terlebih unutk bayi pada tahun pertama kehidupannya. Tapi bagaimanapun, pada tahun pertama kehidupannya, sangatlah memungkinkan jika bayi anda terkena masalah penyakit yang biasa menyerang bayi. Berikut akan diuraikan 6 masalah penyakit bayi yang biasa menyerang:

6 Jenis Penyakit Yang Sering Di Derita Bayi

Jenis Penyakit Yang Sering Di Derita Bayi

Konstipasi atau Sembelit

Sembelit sering kali terjadi pada anak-anak dan sangat umum. Pola buang air besar setiap anak berbeda-beda tergantung dari pola makanan yang dikonsumsinya sehari-hari, seberapa aktif dia dalam kegiatannya, dan juga seberapa cepat dia dalam mencerna makanannya. Beberapa ciri jika bayi atau bayi anda terkena sembelit adalah, dalam beberapa hari tidak buang air besar dan merasakan perutnya kurang nyaman. Kemudian, jika buang air besar, kotoran susah untuk dikeluarkan atau keras. Dengan begitu sudah bisa dipastikan jika anak anda terkena sembelit.

Batuk dan Pilek

Sudah hampir dipastikan jika bayi anda akan mudah terkena batuk dan pilek pada tahun pertamanya. Ada banyak jenis virus penyebab batuk dan pilek. Dan bayi anda tidak mudah untuk melawannya karena sistem kekebalan tubuhnya yang masih berkembang. Terlebih jika bayi anda aktif dalam mencoba berbagai hal dan juga aktif memasukkan segala sesuatunya kedalam mulut dengan tangan mungilnya. Batuk dan pilek biasanya lebih sering penyerang pada musim hujan. Karena pada saat itu, kita lebih banyak menghabiskan waktu berada didalam ruangan tertutup, dimana jika ada yang terkena virus batuk dan pilek akan sangat mudah menyebar dan menular pada yang lain. Seorang anak berpotensi untuk terserang batuk pilek enam hingga sepuluh kali dalam setahun, sedangkan rata-rata orang dewasa terserang virus batuk dan pilek antara dua hingga empat kali dalam setahun. Dan yang perlu dicermati lebih lanjut adalah apakah batuk dan pilek itu adalah reaksi dari alergi, atau penyakit serius.

Diare

Berbeda dengan sembelit, pada diare saat buang air besar akan terlihat lebih sering dari biasanya, bentuk feses terlihat lebih encer bahkan terlihat lebih kearah air, kadang memiliki bau busuk. Kebanyakan dari bayi terkena daire yang disebabkan oleh virus atau infeksi bakteri. Diare yang disebabkan oleh inveksi virus dapat disertai dengan muntah, sakit perut , demam, menggigil , perasaan sakit dan . Infeksi bakteri bisa disertai dengan kram , darah dalam tinja , demam , dan mungkin muntah . Kadang-kadang alergi makanan atau reaksi terhadap obat antibiotik menyebabkan diare . Jus yang berlebihan juga merupakan penyebab umum terjadinya diare.

Ruam Popok

1 dari 4 bayi terkena ruam popok dalam empat minggu pertama saja. Ruam popok bukanlah tanda jika orang tua tersebut lalai. Ruam popok dapat terjadi pada bayi anda walaupun anda resing mengganti popoknya. Ruam popok terjadi karena kulit bayi yang masih sangat sensitive.

Infeksi Telinga

Kenapa bayi dan anak anda mudah terkena infeksi telinga? Karena ruang kecil di belakang masing-masing gendang telinga terhubung ke bagian belakang tenggorokan oleh saluran kecil yang disebut tabung Eustachian . Apa pun yang mengganggu fungsi dari tabung Eustachian atau blok drainase yang normal dari telinga tengah , seperti yang biasa terjadi dengan pilek atau bahkan alergi , dapat meningkatkan risiko infeksi. Pemakaian empeng secara berkepanjangan juga dapat memicu terjadinya infeksi telinga ini. Dan juga pemberian makan sambil berbaring.

Muntah

Tidak selalu mudah untuk menentukan penyebab muntahyang terjadi pada bayi dan anak Ini bisa menjadi tanda penyakit ( seperti gastroenteritis virus, infeksi saluran kemih , infeksi telinga , atau sesuatu yang lebih serius ) atau masalah dengan makan atau hanya makan terlalu banyak . Kemungkinan penyebab lain meliputi alergi , menelan sesuatu yang beracun , atau bahkan hanya batuk atau terlalu lama menangis. Jika muntah disebabkan oleh virus maka aka nada gejala lain seperti disertai demam dan diare. Yang harus dicermati setelah anak muntah adalah produksi asam lambung yang pasti akan naik akibat dari muntah tersebut, tetapi bukan berarti bayi atau anak anda terkena asam lambung atau maag. naiknya asam lambung merupakan efek samping dari muntah tersebut.

Sekian informasi tentang jenis penyakit yang sering di derita bayi, semoga bisa menjadi referensi bagi anda semua.

Jenis Penyakit Yang Sering Di Derita Bayi

Tips Sehat Alami - Tidak ada orang tua yang menginginkan bahkan memikirkan kemungkinan anak mereka untuk terserang suatu penyakit. Terlebih unutk bayi pada tahun pertama kehidupannya. Tapi bagaimanapun, pada tahun pertama kehidupannya, sangatlah memungkinkan jika bayi anda terkena masalah penyakit yang biasa menyerang bayi. Berikut akan diuraikan 6 masalah penyakit bayi yang biasa menyerang:

6 Jenis Penyakit Yang Sering Di Derita Bayi

Jenis Penyakit Yang Sering Di Derita Bayi

Konstipasi atau Sembelit

Sembelit sering kali terjadi pada anak-anak dan sangat umum. Pola buang air besar setiap anak berbeda-beda tergantung dari pola makanan yang dikonsumsinya sehari-hari, seberapa aktif dia dalam kegiatannya, dan juga seberapa cepat dia dalam mencerna makanannya. Beberapa ciri jika bayi atau bayi anda terkena sembelit adalah, dalam beberapa hari tidak buang air besar dan merasakan perutnya kurang nyaman. Kemudian, jika buang air besar, kotoran susah untuk dikeluarkan atau keras. Dengan begitu sudah bisa dipastikan jika anak anda terkena sembelit.

Batuk dan Pilek

Sudah hampir dipastikan jika bayi anda akan mudah terkena batuk dan pilek pada tahun pertamanya. Ada banyak jenis virus penyebab batuk dan pilek. Dan bayi anda tidak mudah untuk melawannya karena sistem kekebalan tubuhnya yang masih berkembang. Terlebih jika bayi anda aktif dalam mencoba berbagai hal dan juga aktif memasukkan segala sesuatunya kedalam mulut dengan tangan mungilnya. Batuk dan pilek biasanya lebih sering penyerang pada musim hujan. Karena pada saat itu, kita lebih banyak menghabiskan waktu berada didalam ruangan tertutup, dimana jika ada yang terkena virus batuk dan pilek akan sangat mudah menyebar dan menular pada yang lain. Seorang anak berpotensi untuk terserang batuk pilek enam hingga sepuluh kali dalam setahun, sedangkan rata-rata orang dewasa terserang virus batuk dan pilek antara dua hingga empat kali dalam setahun. Dan yang perlu dicermati lebih lanjut adalah apakah batuk dan pilek itu adalah reaksi dari alergi, atau penyakit serius.

Diare

Berbeda dengan sembelit, pada diare saat buang air besar akan terlihat lebih sering dari biasanya, bentuk feses terlihat lebih encer bahkan terlihat lebih kearah air, kadang memiliki bau busuk. Kebanyakan dari bayi terkena daire yang disebabkan oleh virus atau infeksi bakteri. Diare yang disebabkan oleh inveksi virus dapat disertai dengan muntah, sakit perut , demam, menggigil , perasaan sakit dan . Infeksi bakteri bisa disertai dengan kram , darah dalam tinja , demam , dan mungkin muntah . Kadang-kadang alergi makanan atau reaksi terhadap obat antibiotik menyebabkan diare . Jus yang berlebihan juga merupakan penyebab umum terjadinya diare.

Ruam Popok

1 dari 4 bayi terkena ruam popok dalam empat minggu pertama saja. Ruam popok bukanlah tanda jika orang tua tersebut lalai. Ruam popok dapat terjadi pada bayi anda walaupun anda resing mengganti popoknya. Ruam popok terjadi karena kulit bayi yang masih sangat sensitive.

Infeksi Telinga

Kenapa bayi dan anak anda mudah terkena infeksi telinga? Karena ruang kecil di belakang masing-masing gendang telinga terhubung ke bagian belakang tenggorokan oleh saluran kecil yang disebut tabung Eustachian . Apa pun yang mengganggu fungsi dari tabung Eustachian atau blok drainase yang normal dari telinga tengah , seperti yang biasa terjadi dengan pilek atau bahkan alergi , dapat meningkatkan risiko infeksi. Pemakaian empeng secara berkepanjangan juga dapat memicu terjadinya infeksi telinga ini. Dan juga pemberian makan sambil berbaring.

Muntah

Tidak selalu mudah untuk menentukan penyebab muntahyang terjadi pada bayi dan anak Ini bisa menjadi tanda penyakit ( seperti gastroenteritis virus, infeksi saluran kemih , infeksi telinga , atau sesuatu yang lebih serius ) atau masalah dengan makan atau hanya makan terlalu banyak . Kemungkinan penyebab lain meliputi alergi , menelan sesuatu yang beracun , atau bahkan hanya batuk atau terlalu lama menangis. Jika muntah disebabkan oleh virus maka aka nada gejala lain seperti disertai demam dan diare. Yang harus dicermati setelah anak muntah adalah produksi asam lambung yang pasti akan naik akibat dari muntah tersebut, tetapi bukan berarti bayi atau anak anda terkena asam lambung atau maag. naiknya asam lambung merupakan efek samping dari muntah tersebut.

Sekian informasi tentang jenis penyakit yang sering di derita bayi, semoga bisa menjadi referensi bagi anda semua.
Tips Sehat Alami - Tuberculosis atau biasa disingkat TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosae. Bakteri ini akan menginfeksi organ pernafasan, terutama paru-paru. Namun TBC juga tidak hanya menginfeksi organ dan saluran pernafasan saja. Kulit dan selaput otak atau myelin juga dapat terinfeksi oleh bakteri ini. Tuberculosis menyerang manusia tanpa memandang jenis kelamin ataupun usia. Mulai dari bayi sampai manusia lanjut usia rentan terkena penyakit ini. Adapun tanda-tanda TBC pada anak tidak sulit dikenali. Untuk itu mari kita kenali gejala TBC pada anak.

Gejala Tuberkulosis (TBC) Pada Anak
Gejala paling umum yang pasti muncul adalah demam. Timbulnya demam merupakan pertanda masa inkubasi dari basil penyebab TBC. Demam yang timbul pada umumnya tidak terlalu tinggi sehingga terkadang dikira hanya demam influenza biasa. Gejala lain yang mungkin timbul adalah berkurangnya nafsu makan anak. Bahkan pada beberapa kasus anak tidak mau makan sama sekali. Anak juga mengalami penurunan berat badan secara drastis. Gangguan pada gizi terjadi hampir di semua kasus TBC anak. Hal tersebut berhubungan erat dengan rendahnya selera makan anak.

Sebagai orang tua, harus sigap kenali gejala TBC pada anak ini karena tidak sedikit orang tua yang sekedar mengira anaknya tidak mempunyai nafsu makan dan tidak mencari tahu penyebabnya. Kondisi lain adalah gejala tubuh anak yang lemas tidak memiliki daya atau kekuatan, nampak selalu kelelahan dan tidak bergairah, lambat di dalam beraktivitas serta terkesan menutup diri.

Gejala yang cukup khas untuk dikenali pada kasus TBC anak adalah adanya batu kronis dan berulang. Batuk dengan durasi lama ini tidak mengeluarkan dahak dan merupakan gejala serangan asma. Selanjutnya terjadi diare yang berulang pada anak juga menjadi salah satu pertanda bahwa anak terkena TBC.

Namun untuk lebih memastikan apakah benar anak terkena TBC atau penyakit lain adalah dengan melakukan tes laboratorium. Akan tetapi tetap harus kenali gejala TBC pada anak untuk dapat dilakukan antisipasi berikut penanganan secara tepat terhadap penyakit yang diderita oleh anak. Dan yang paling utama jangan lupa untuk melakukan imunisasi BCG yang merupakan salah satu upaya mencegah infeksi bakteri tuberculosis.

Sekian informasi kesehatan tentang gejala tuberkulosis (TBC) pada anak, semoga bisa menjadi referensi bagi anda semua.

Gejala Tuberkulosis (TBC) Pada Anak

Tips Sehat Alami - Tuberculosis atau biasa disingkat TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosae. Bakteri ini akan menginfeksi organ pernafasan, terutama paru-paru. Namun TBC juga tidak hanya menginfeksi organ dan saluran pernafasan saja. Kulit dan selaput otak atau myelin juga dapat terinfeksi oleh bakteri ini. Tuberculosis menyerang manusia tanpa memandang jenis kelamin ataupun usia. Mulai dari bayi sampai manusia lanjut usia rentan terkena penyakit ini. Adapun tanda-tanda TBC pada anak tidak sulit dikenali. Untuk itu mari kita kenali gejala TBC pada anak.

Gejala Tuberkulosis (TBC) Pada Anak
Gejala paling umum yang pasti muncul adalah demam. Timbulnya demam merupakan pertanda masa inkubasi dari basil penyebab TBC. Demam yang timbul pada umumnya tidak terlalu tinggi sehingga terkadang dikira hanya demam influenza biasa. Gejala lain yang mungkin timbul adalah berkurangnya nafsu makan anak. Bahkan pada beberapa kasus anak tidak mau makan sama sekali. Anak juga mengalami penurunan berat badan secara drastis. Gangguan pada gizi terjadi hampir di semua kasus TBC anak. Hal tersebut berhubungan erat dengan rendahnya selera makan anak.

Sebagai orang tua, harus sigap kenali gejala TBC pada anak ini karena tidak sedikit orang tua yang sekedar mengira anaknya tidak mempunyai nafsu makan dan tidak mencari tahu penyebabnya. Kondisi lain adalah gejala tubuh anak yang lemas tidak memiliki daya atau kekuatan, nampak selalu kelelahan dan tidak bergairah, lambat di dalam beraktivitas serta terkesan menutup diri.

Gejala yang cukup khas untuk dikenali pada kasus TBC anak adalah adanya batu kronis dan berulang. Batuk dengan durasi lama ini tidak mengeluarkan dahak dan merupakan gejala serangan asma. Selanjutnya terjadi diare yang berulang pada anak juga menjadi salah satu pertanda bahwa anak terkena TBC.

Namun untuk lebih memastikan apakah benar anak terkena TBC atau penyakit lain adalah dengan melakukan tes laboratorium. Akan tetapi tetap harus kenali gejala TBC pada anak untuk dapat dilakukan antisipasi berikut penanganan secara tepat terhadap penyakit yang diderita oleh anak. Dan yang paling utama jangan lupa untuk melakukan imunisasi BCG yang merupakan salah satu upaya mencegah infeksi bakteri tuberculosis.

Sekian informasi kesehatan tentang gejala tuberkulosis (TBC) pada anak, semoga bisa menjadi referensi bagi anda semua.
Tips Sehat Alami - Salah satu hal yang harus diperhatikan pada saat kehamilan adalah makanan. Tidak hanya makanan yang sehat untuk kebutuhan gizi ibu hamil saja, melainkan untuk menghindari makanan-makanan yang menjadi pantangan untuk dikonsumsi selama kehamilan. Lalu apa saja sih yang menjadi pantangan makanan untuk ibu hamil ? Berikut adalah 5 pantangan makanan untuk ibu hamil :

Pantangan Makanan Untuk Ibu Hamil
Pantangan Makanan Untuk Ibu Hamil

1. Makanan mentah atau setengah matang
Makanan yang masih mentah atau setengah matang bisa saja tercemar bakteri yang menyebabkan infeksi, diantaranya adalah bakteri Listeria yang menyebabkan keguguran atau janin meninggal dalam kandungan, bakteri E.Coli yang merusak usus dan ginjal, bakteri salmonella yang dapat memicu keguguran, serta parasit tokoplasma yang bisa menyebabkan janin menjadi abnormal. Oleh karena itu, saat mengonsumsi daging atau iakn, sebaiknya pastikan bahwa makanan tersebut telah dimasak hingga benar-benar matang.

2. Makanan laut (sea food)
Makanan laut memang mengandung zat besi, protein, dan asam lemak omega 3yang baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Akan tetapi, Anda harusberhati-hati sata mengonsumsi makanan olahan laut. Karen, sejumlah jenis makanan laut meiliki kandungan ligam merkuri yang tinggi yang dapat mengakibatkan pertumbuahn sistem syaraf janin jadi melambat. Adapun makanan laut yang baik untuk dikonsumsi seperti iakn salmon, teri, udang, dan ikan kakap, usahakan agar tidak lebih dari 340 gram dalam satu minggu. Sementara sea food atau makanan laut yang sebaiknya Anda hindari seperti sushi mentah, ikan hiu, seafood yang diasapkan, dan iakn yang berasal dari perairan yang telah tercenmar.

3. Kafein dan teh herbal
Hal itu karena, kafein dapat menembus plasenta yang akan dapat mempengaruhi detak jantung dan pernapasan janin. Selain itu, sejumlah studi juga menemukan bahwa mengonsumsi kafein yang berlebihan berkaitan erat dengan bayi lahir dengan berat rendah serta dpat meningkatkan resiko keguguran dan janinmeninggal sewaktu dilahirkan. Kafein tidaklah hanya berasal dari kopi, namun juga minuman bersoda. Sedangkan teh herbal sendiri, jika diracik dengan rosemary atau daun raspberry akan dapat menimbulkan kontrasi.

4. Keju dan produk susu lainnya
Keju atau produk susu lainnya yang berasal dari susu mentah yang belum dipanaskan hinggasuhu 60° Celcius selama 30 menit (pasteurisasi), mungkin saja mengandung kuman seperti Listeria, Ecoli, salmonella, dan bakteri lainnya yang dapat menimbulakna penyakit. Namun tidak semua keju dan olahan susu tidak boleh dikonsumsi. Susu dan yoghurt yang sudah dipasteurisasi dapat dikonsumsi. Hindari untuk mengonsumsi susu mentah, camembert, keju lunak, dan Blue heese.

5. Pemanis buatan
Walaupun efek secara nyata dari pemanis buatan terhadap kesehatan janin belum diketahui secara pasti, sejumlah ahli melarang ibu hamil untuk mengonsumsi pemanis buatan. 

Nah itulah 5 pantangan makanan untuk ibu hamil yang bisa kami sampaikan, semoga bisa menjadi referensi bagi anda semua.

Pantangan Makanan Untuk Ibu Hamil

Tips Sehat Alami - Salah satu hal yang harus diperhatikan pada saat kehamilan adalah makanan. Tidak hanya makanan yang sehat untuk kebutuhan gizi ibu hamil saja, melainkan untuk menghindari makanan-makanan yang menjadi pantangan untuk dikonsumsi selama kehamilan. Lalu apa saja sih yang menjadi pantangan makanan untuk ibu hamil ? Berikut adalah 5 pantangan makanan untuk ibu hamil :

Pantangan Makanan Untuk Ibu Hamil
Pantangan Makanan Untuk Ibu Hamil

1. Makanan mentah atau setengah matang
Makanan yang masih mentah atau setengah matang bisa saja tercemar bakteri yang menyebabkan infeksi, diantaranya adalah bakteri Listeria yang menyebabkan keguguran atau janin meninggal dalam kandungan, bakteri E.Coli yang merusak usus dan ginjal, bakteri salmonella yang dapat memicu keguguran, serta parasit tokoplasma yang bisa menyebabkan janin menjadi abnormal. Oleh karena itu, saat mengonsumsi daging atau iakn, sebaiknya pastikan bahwa makanan tersebut telah dimasak hingga benar-benar matang.

2. Makanan laut (sea food)
Makanan laut memang mengandung zat besi, protein, dan asam lemak omega 3yang baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Akan tetapi, Anda harusberhati-hati sata mengonsumsi makanan olahan laut. Karen, sejumlah jenis makanan laut meiliki kandungan ligam merkuri yang tinggi yang dapat mengakibatkan pertumbuahn sistem syaraf janin jadi melambat. Adapun makanan laut yang baik untuk dikonsumsi seperti iakn salmon, teri, udang, dan ikan kakap, usahakan agar tidak lebih dari 340 gram dalam satu minggu. Sementara sea food atau makanan laut yang sebaiknya Anda hindari seperti sushi mentah, ikan hiu, seafood yang diasapkan, dan iakn yang berasal dari perairan yang telah tercenmar.

3. Kafein dan teh herbal
Hal itu karena, kafein dapat menembus plasenta yang akan dapat mempengaruhi detak jantung dan pernapasan janin. Selain itu, sejumlah studi juga menemukan bahwa mengonsumsi kafein yang berlebihan berkaitan erat dengan bayi lahir dengan berat rendah serta dpat meningkatkan resiko keguguran dan janinmeninggal sewaktu dilahirkan. Kafein tidaklah hanya berasal dari kopi, namun juga minuman bersoda. Sedangkan teh herbal sendiri, jika diracik dengan rosemary atau daun raspberry akan dapat menimbulkan kontrasi.

4. Keju dan produk susu lainnya
Keju atau produk susu lainnya yang berasal dari susu mentah yang belum dipanaskan hinggasuhu 60° Celcius selama 30 menit (pasteurisasi), mungkin saja mengandung kuman seperti Listeria, Ecoli, salmonella, dan bakteri lainnya yang dapat menimbulakna penyakit. Namun tidak semua keju dan olahan susu tidak boleh dikonsumsi. Susu dan yoghurt yang sudah dipasteurisasi dapat dikonsumsi. Hindari untuk mengonsumsi susu mentah, camembert, keju lunak, dan Blue heese.

5. Pemanis buatan
Walaupun efek secara nyata dari pemanis buatan terhadap kesehatan janin belum diketahui secara pasti, sejumlah ahli melarang ibu hamil untuk mengonsumsi pemanis buatan. 

Nah itulah 5 pantangan makanan untuk ibu hamil yang bisa kami sampaikan, semoga bisa menjadi referensi bagi anda semua.